Ikan Asin di Patek

Patek merupakan salah satu desa di Kec. Sampoiniet, Kab. Aceh Jaya. Desa ini salah satu desa yang hancur diterjang tsunami karena letaknya dekat sekali dengan pantai. Desa Patek sendiri sekarang sudah dibagi menjadi 2 desa, biasanya untuk membedakannya banyak yang menyebut Patek Bawah dan Patek Fajar. Walaupun kedua desa ini merupakan bagian perjalananku, kali ini saya tertarik dengan penjual ikan asin yang ada di desa Patek Bawah.

Desa Patek (Bawah) - Sampoiniet - Aceh JayaDesa Patek Bawah terletak di jalur utama antara Banda Aceh – Calang. Sehingga banyak sekali penduduk (yang semuanya korban tsunami) tinggal di sekitar jalan utama ini dan membuka usaha perdagangan untuk membiayai hidupnya. Sebagian besar membuka warung makan, warung kelontong dan penjual ikan asin. Mereka biasanya memanfaatkan rumah-rumah sementara bantuan Palang Merah Canada yang dibangun di sepanjang jalan, sebagai tempat usahanya.

Warung Ikan asinPenjual ikan asin biasanya menjajakan ikan asin dengan cara menggantung ikan asinnya di depan rumah, sangat berbeda jika kita bandingkan dengan penjual ikan asin di pasar-pasar di Jawa. Mereka membiarkan ikan-ikan tersebut bergelantungan diterpa panasnya matahari dan semburan debu dari jalanan yang masih aspal bercampur tanah itu.

Walaupun desa Patek terletak dekat sekali dengan pantai, tetapi menurut salah satu penjual ikan asin, mereka membeli ikan laut segar di Calang. Di sana mereka bisa mendapatkan ikan-ikan besar yang akan di keringkan menjadi ikan asin. Salah satu ikan yang favorit dan banyak pembelinya adalah ikan asin tengiri. Ada pembeli yang membeli ikan asin tengiri dengan panjang sekitar 50 cm dengan harga Rp 110.000,- . Jika kemahalan, kita juga bisa membeli ikan asin yang lebih kecil (panjang 20 cm) seharga Rp 25.000,- (nego). Rata-rata dalam seminggu, seorang pedagang ikan asin mampu menjual ikan asin Rp 500.000,-

salty-fish2.jpgPeminat ikan asin setiap bulan datang di tempat itu untuk membeli ikan asin. Ikan asin tersebut biasanya dimasak dengan cara ditumis langsung dengan cabe ijo, atau digoreng dulu baru ditumis atau bisa juga digoreng biasa dan menjadi teman setia nasi putih yang hangat. Lapar dech!

One Response

  1. saya sangat mendukung dengan ada nya suasana ekonomi di patek setidak nya bisa membangun motivasi masyarakat menjadi lebih baik untuk kedepan nya.

    dari fuzi

Leave a Reply