Entah karena mengikuti trend global warming atau sekedar trend menghijaukan lingkungan, saat ini banyak sekali kios tanaman yang menjamur di Jakarta, terutama di Jakarta Utara dimana aku tinggal. Lahan-lahan kosong di pinggir jalan yang dulu terbengkalai dan kadang memberi kesan kumuh beberapa wilayah di Tanjung Priok, sekarang ini berubah menjadi kios-kios tanaman hias. Tanaman-tanaman di kios tanaman ini ditata rapi oleh pemiliknya, sehingga terkesan asri. Pemilik kios ingin menarik sebanyak mungkin pembeli dengan membuat kiosnya semenarik dan secantik mungkin.
Hasilnya sangat mengagumkan, sekarang ini ada beberapa tempat yang pernah saya lihat, antara lain di jalan Deli, di depan kelurahan Koja Selatan sampai jembatan darurat kali sunter, tepatnya di pinggir tembok Pertamina. Kios-kios tanaman di sini juga disuport oleh perusahaan telekomunikasi XL dengan menyediakan papan nama kios permanen dengan ada logo XL tentunya. Disini dulunya hanya ada 1 bangunan yaitu semacam pos RW, tetapi sekarang di depan Pos RW ini sepertinya akan dibuat taman bermain anak-anak walaupun areanya tidak luas. Sepertinya pihak kelurahan yang mempunyai ide baik ini (mohon diluruskan jika ada pendapat saya salah) sehingga dulu yang terkesan kumuh sekarang cukup cantik dipandang mata. Sepertinya ini juga sebagai bentuk peranan Pemda Jakarta Utara yang berjuang untuk mempertahankan Adipura 2008.
Selain itu ada juga kios tanaman yang menjamur di pinggir jalan yang menyusuri kali sunter, tepatnya di pinggir danau. Jika Anda pernah datang ke Pasar Ular Plumpang, maka jika Anda meneruskan jalan menyusuri kali sunter maka Anda akan menemukan kios tanaman di sisi danau. Lokasi kios tanaman ini juga termasuk baru, dulunya hanya semacam tanah kosong yang penuh dengan rumput liar. Dengan adanya kios ini kawasan ini lebih sedikit rapi dan hijau dengan pemandangan yang cukup lumayan nyaman dilihat yaitu di pinggir danau dan kali sunter. Lucunya dulu disini adalah tempat pacaran yang ideal, tapi sekarang jarang yang pacaran disini kecuali pasangan yang nekat karena kios tanaman bisa buka sampai malam atau setidaknya ada orang yang menunggu kios ini. Tetapi sayang sekali di lokasi ini banyak sekali pedagang-pedagan lain yang menggelar lapaknya di sekitar kios tanaman, sehingga kesan asrinya agak berkurang, dan juga kios-kios tanaman kadang-kadang membangun kiosnya sangat dekat dengan pinggir jalan sehingga mengurangi lebar jalan di sekitarnya.
Filed under: Isu Sosial-Ekonomi, Lingkungan | Tagged: Lingkungan, tanaman











tanaman unik namanya SIRIH RAJA alias peperomia angulata, , jenis daun tebal banget, kalo pengen liat kunjungi aku, salam kenal ,terima kasih
(putut)
Bedanya dng sirih merah apa yach? yang saya tahu siih merah bisa untuk obat! betul tidak? Trus pohon yang daunnya baru 5 lembar sudah 50-75 ribu di jakarta
yang jelas family nya beda, dari bentuk dan warnanya emang beda sih
kalo sirih merah memang banyak khasiatnya ndi.. buat obat berbagai macam penyakit, nah kalo sirih raja selain memang tanaman langka/hias spt adenium, kira2 ada khasiatnya juga gak ya?
Kalau siih merah sich udah aku coba tanam, mudah lho ngrawatnya!
mau nanam juga ah
Keep Earth Green with small think! Selamat berkebun!
[...] Entah karena mengikuti trend global warming atau sekedar trend menghijaukan lingkungan, saat ini banyak sekali kios tanaman yang menjamur di Jakarta, terutama di Jakarta Utara dimana aku tinggal. Lahan-lahan kosong di pinggir jalan yang dulu terbengkalai dan kadang memberi kesan kumuh beberapa wilayah di Tanjung Priok, sekarang ini berubah menjadi kios-kios tanaman hias. [selanjutnya>>] [...]
saya juga menanam sirih merah, bilang orang2 memang sirih banyak khasiatnya untuk segala penyakit tapi saya belum menemukan artikel khusus tentang khasiat sirih merah semoga ada para peneliti untuk memberikan data2 khasiat dari sirih merah tsb.
Kalau penelitian resmi belum ada, coba saja artikel ttg sirih merah di internet. Saya googling banyak tuch!