Hari ini 27-Agustus-2008, banyak pengantri tiket kereta executive berjubel di stasiun Gambir Jakarta. Mereka ingin mendapatkan tiket keberangkatan 26-September-2008. Saya datang ke Gambir bukan untuk mengantri tetapi hanya melihat kondisi disana karena saya juga ingin beli untuk keberangkatan 27-September. Saya sempat bertanya kepada pengantri terdepan, katanya dia mengantri sejak jam 10 malam. Wow sedangkan loket dibuka jam 7 pagi, berarti nginep depan loket dong! Dan katanya teman tidurnya juga banyak, he…he…! (masih bisa bercanda mas-mas satu ini). Kalau tidak salah loket yang dibuka ada 7 loket (loket no 19 s/d 25). Jam 7 tepat loket dibuka, pengantri pada sorak-sorai seperti nonton bola saja.
Tiba-tiba semua pengantri pada gigit jari, karena tepat jam 7.05 (5 menit setelah loket dibuka) petugas memberitahukan lewat megaphone bahwa tiket Gajayana-Malang dan Argo Lawu-Solo ludes! Saya teramasuk yang kaget tidak percaya!
Sambil bengong lihatin spanduk “HINDARI CALO” yang terpampang di setiap sudut Stasiun Gambir, saya masih bingung menemukan rumus bagaimana dalam waktu 5 menit, tiket kedua kereta habis. Misalnya waktu pelayanan perorang 15 detik, 1 orang bisa pesan 4 jadi 1 menit, 4×4=16 kursi terjual. Jadi kalau 5 menit = 5×16 = 90 kursi. Kalau ke-7 loket berbarengan maka 7×90 = 630 kursi terjual. Kalau dari hitungan ini bisa masuk akal apalagi loket tidak hanya di Gambir, ada lokasi lain yang jual bersamaan, seperti Senen, Jatinegara, Bogor, Tanah abang, dan agen-agen travel!
Yang menjadi pertanyaan, apakah pengantri pertama kebanyakan mau ke Malang & Solo saja? Sedangkan tujuan yang lain masih banyak lagi (Surabaya, Jogja, Semarang).
Yang menjadi perhatian saya adalah layar LCD di atas loket di stasiun Gambir, dimana malam sebelumnya saya lihat menampilkan jumlah kursi tersedia untuk semua kereta api. Pada waktu loket dibuka, layar ini tidak menampilkan posisi jumlah kursi tersedia. Terkesan jumlah kursi seperti disembunyikan. Saya tidak ingin berprasangka buruk, tetapi kalau PT KAI (pengelola kereta eksekutif) bisa menerapakan sistem pembelian online (real time) di beberapa stasiun, harusnya menampilkan jumlah kursi tersedia bukan pekerjaan yang sulit. Tetapi hal ini tidak dilakukan, jadi jangan salah banyak orang kasak-kusuk, jangan-jangan………. (tahu sendiri lah kelanjutannya). Sistemnya sudah benar, tapi SDM-nya masih harus di BINA……!
Sepertinya nanti malam harus ikut-ikutan “ngamar” di Gambir!
Filed under: General | Tagged: argo, argo lawu, gajayana, kereta api, lebaran, malang, pt kai, solo, tiket











Berjuang mas! Mudah2an masih kebagian tiketnya…!
Alhamdulillah, akhirnya setelah ngantri dari jam 7 malam sampai jam 7 Pagi, dapet Argo Lawu untuk 27 Sep. Mudik dech!
Gila loe man ! loe beneran nginep di Gambir ????
Nah….itulah Du, gambaran wong cilik yang mau mudik! THR tidak seberapa, tiket pesawat udah mahal banget. Itulah seninya Mudik!