Orang bilang, bermain kartu remi identik dengan judi atau pengisi waktu luang bagi orang yang tidak punya kerjaan. Ada benarnya memang, tetapi saya termasuk orang yang suka mengambil sisi positif dari permainan tersebut untuk saya terapkan dalam pendidikan anak saya yang baru 5 tahun.
Saya termasuk orang yang kurang kerjaan dengan menciptakan permainan dengan memanfaatkan apa saja yang ada rumah untuk diajarkan kepada balita saya, ya tentunya aspek positif dari alat tersebut. Salah satunya adalah kartu remi. Awalnya, Istri saya membelikan kartu remi kepada anak kita karena kartu tersebut bergambar Barbie yang biasanya disenangi ole anak-anak perempuan, tidak kepikiran untuk dimainkan seperti layaknya kartu remi. Ternyata perkiraan istri saya meleset jauh, anak saya lebih tertarik dengan banyaknya kartu, kenapa sich kartu ini ada nomornya, kenapa ada gambar yang berbeda bentuk dan warna…inilah setidaknya yang dia tanyakan kepada saya.
Dari sinilah saya dapat inspirasi untuk coba mengajarkan satu persatu maksud kartu remi ini. Karena anak saya sudah TK-A waktu itu, dia sudah belajar bentuk, huruf, dan angka. Saya adopsi sebuah permainan kartu,…kalau di Solo saya sebut ‘minuman’ kalau orang Jakarta sering disebut ‘cangkulan’, kita bagi masing-masing pemain dengan 5 kartu, kita buka 1 buah kartu, jika dari ke-5 kartu yang dipegang tidak ada, dia harus ambil kartu dari kartu yang belum dibagikan sampai dapat kartu yang diinginkan.
Dan yang terpenting permainan kartu ini menambah kemeriahan dalam keluarga karena pemainnya bisa lebih dari 2. Jangan coba membuat anak merasa ‘kalah’ karena memang kalah, cobalah mengalah dan membuat anak tidak merasa kalah, toh nggak ada ruginya mengalah…buatlah suasana menyenangkan!
Hampir 3 bulan ini Anak saya bermain dengan kartu ini, dan saya lihat ternyata manfaatnya besar sekali. Antara Lain:
Melatih Anak Membedakan Bentuk dan Warna
Dalam permainan ini, anak diarahkan untuk membedakan bentuk ubin, love, kriting dan daun. Untuk anak usia 3 tahun hal ini sangat membantu. Mintalah anak memilih kartu yang mempunyai bentuk love misalnya, sekaligus memberitahukan warna bentuk tersebut. Walaupun warna kartu remi biasanya hanya hitam dan merah, menurut saya tidak masalah, minimal bisa membedakan warna sudah cukup bagus. Buat Anak 2-3 bisa dimodifikasi permainan cangkulan ini bukan berdasar angka tetapi bentuk yang cocok atau warna yang cocok. Sederhana kan…tapi manfaatnya besar lho!
Melatih Membedakan Angka
Untuk anak yang sudah bisa mengenal angka atau yang sudah sekolah TK, hal ini sangat membantu. Dalam permainan ajarkan saja angka-angka dalam kartu dan tunjukan apakah nilainya lebih besar atau kecil. Hal ini sangat membantu anak untuk mengetahui urutan angka, termasuk membedakan mana yang lebih besar atau kecil. Usahakan jika Anak harus membagi kartu, cobalah si Anak mengucapkan urutan angka 1 s/d 5 waktu membagikan atau mengucapka angka jika mau menjatukan kartu.
Melatih Logika Anak
Nah ini latihan yang menurut saya sangat penting. Kemampuan logika anak, menurut saya sangat berperan penting dalam kecerdasan dia dan kemampuan memecahkan masalah, maka harus diajarkan dari kecil sebisa mungkin. Dalam permainan cangkulan, ajarilah bagaimana aturan mainnya, taktik bermain yang sederhana. Pengalaman saya, anak usia 5 tahun bisa mengikuti aturan main termasuk taktik untuk menang. Bagaimana cara membuat lawan, terus-terusan mengambil kartu baru. Anak ternyata punya daya ingat yang lebih tajam dibanding kita, dia bisa mengingat kartu apa yang lawan tidak miliki. Saya sempat kaget, karena anak saya dengan cepat tau strategi ini, dan saya pun bisa dikalahkan dengan mudah.
Melatih Mental Anak
Melatih mental disini adalah mengajarkan anak untuk bisa menerima kekalahan dan tidak bosan jika terpaksa dia harus terus-terusan mengambil kartu baru. Setiap anak mempunyai temperamen beda-beda terutama anak mempunyai sifat harus menang! Ajarkan lah pelan-pelan, hal ini akan membantu membentuk mental anak untuk bisa motivasi diri untuk tetap bertahan. Jangan sampai menjatuhkan atau merendahkan anak jika kalah, berilah motivasi dan cobalah sedikit mengalah supaya motivasinya meningkat dengan bisa bermain dan mengalahkan Anda.
Melatih Motorik Tangan Anak
Kalau ini, mungkin nilai positif tambahan saja dari permainan kartu. Balita biasanya masih susah dalam mengocok kartu. Latihan memegang kartu ala pemain kartu profesional juga membantu melatih motorik jari-jari mungkil mereka.
Itulah pengalaman saya mendidik anak saya dengan kartu remi yang mudah diperoleh dan murah tentunya. Saya yakin orangtua punya waktu luang untuk anak-anak, berilah pendidikan dengan alat-alat sederhana asalkan telaten, pasti hasilnya luar biasa.
Filed under: Parenting | Tagged: anak, balita, games, kartu, pendidikan










